…si pertapa yang turun ke kota

Posted in Uncategorized on December 18, 2015 by quicchote

Di sebuah sudut pelosok kota, tersiar kabar seorang pertapa tengah turun gunung. Orang-orang yang datang dengan keluh-kesah kepadanya entah bagaimana mendapat kelegaan, dan yang datang dengan kebimbangan mendapat kepercayaan diri, bahkan beberapa yang tengah sakit dikabarkan mendapat kesembuhan.

Sepasang suami isteri dan seorang anak mereka yang masih kecil, di tengah ramainya orang-orang yang antri, dengan rasa penasaran ikut datang. Di tempat yang kumuh itu, terasa pancaran bijaksana dari si pertapa yang dari tadi tengah duduk santai mendengar dan sesekali menimpali orang yang bertamu ke tempatnya itu… Continue reading

Advertisements

Ketika Akhir adalah Awal

Posted in Fiction on March 21, 2015 by quicchote

car_crashAku membuka mataku perlahan. Ada sakit yang luar biasa terasa di kepala bagian belakangku. Agak sedikit kaget, aku lihat seorang perempuan di sisi kananku. Juga terbaring dan memegangi kepalanya sambil sedikit melenguh keluh. Tiba-tiba semilir angin menerpa wajahku. Semua ingatan tentang beratnya beban psikologisku terlintas, kontras dengan rasa damai di sekujur tubuhku. Hingga akhirnya aku tersadar, bahwa rupanya adalah benar, kematian itu bukanlah akhir! Continue reading

Balada Seorang Politisi

Posted in Fiction on December 16, 2012 by quicchote

Politisi yang hebat dan piawai itu duduk di sisi ayahnya yang terbaring di penghujung usianya di desa. Si politisi merupakan tokoh yang sangat terkenal dan sangat sukses. Ia sudah menjabat dua kali menjadi gubernur dan kini media massa sudah mulai merilis peluangnya untuk menjadi calon presiden. Kemanapun ia pergi orang meng-elu-elu-kannya.

Kini si politisi memegang tangan ayahnya yang lemah. Sebelumnya ia beberapa kali menceritakan kesuksesan karir politikya pada si ayah yang renta. Kini di penghujung nafasnya, tiba-tiba si ayah berkata, “…anakku, saya sangat kecewa denganmu!”. Si politisi terperanjat.

“Saya kecewa, saya belum pernah sekalipun mendengar ada orang yang berkata buruk tentangmu. Kau telah menunjukkan ketidakmampuanmu dalam membuat kolega dan sejawatmu merasa iri dan dengki padamu!”.

Kenaifan yang bersekutu dengan Kekuasaan adalah Kejahatan!

Posted in Uncategorized on December 6, 2012 by quicchote

DEMODi luar sana orang berdemonstrasi. Mereka memaki, menghujat, meludahi, menginjak-injak, lalu membakar poster yang memuat fotonya. Beberapa kali sudah ia menghela nafas berat. Ingin rasanya menghentikan hidup ini, tapi suara di keheningan hati yang galau berbisik bahwa itu dosa. Manusia takkan mendapatkan cobaan lebih besar dari kemampuan manusia itu untuk menghadapinya. Ia menegakkan kepalanya dari kelunglaian tulang belakang yang seolah berat menopang kepala yang dipenuhi beban berat. Ia adalah seorang pemimpin daerah yang dipilih langsung melalui wajah warga yang gembira meng-elu-elukan namanya. Ia juga adalah seorang pemimpin yang kini dipaksa turun melalui wajah warga yang berang meng-elu-elukan namanya. Continue reading

Takdir Pencari Dunia Lain

Posted in Uncategorized on September 4, 2012 by quicchote

Banyak orang yang takut hantu. Tapi aku tidak! Orang yang takut hantu itu membingungkanku. Bagaimana mungkin orang takut pada hantu, padahal siapalah yang pernah benar-benar bertemu dengan hantu selain di film-film? Takut pada hantu itu seperti keinginan ngobrol dengan spons mandi, karena Spongesbob hanya ada di film. Itulah pendapatku. Namun tiap hari aku belajar bahwa ternyata orang-orang di sekitarku begitu takut pada hantu. Ketakutan pada hantu merupakan sebuah fenomena yang unik. Justru ketika hantu makin ditakuti orang-orang, justru film-film dan hiburan yang “mensimulasikan” rasa takut hantu tersebut makin laku dan “dicari-cari” orang. Karena itu pulalah sejak sepuluh tahun yang lalu, aku mengkomodifikasi kemampuan imajinatifku akan hal yang paling ditakuti orang. Ya, benar, hingga dua tahun yang lalu aku telah beberapa kali menjadi penulis skenario film-film hantu yang mungkin beberapa di antaranya sudah pernah kau tonton. Tapi aku sudah berhenti sekarang… Continue reading

Paradoks

Posted in Uncategorized on September 22, 2011 by quicchote

Umurnya yang 20-an itu takkan terlihat tanpa make-up. Tanpa kosmetika, usia yang terpancar dari wajahnya akan terlihat makin tua. Tapi mungkin ketuaan dini itu bukan semata-mata karena lipstik, bedak, dan perona pipi murahan yang biasa ia kenakan. Pekerjaannyalah yang membuatnya selalu keluar malam, menemani siapapun yang dipanggil “oom”, berapapun usianya, sepanjang di koceknya uang kertas berlapis-lapis siap untuk disawerkan padanya tatkala mendendangkan lagu dangdut. Lagu yang sangat satir menghina wajah mesum oom-oom senang atas perempuan yang lebih muda, namun tatkala ia dendangkan oom-oom tersebut malah berjoget senang, tentu pula dengan wajah mesumnya dengan lirikan beringas ke bagian-bagian tubuhnya yang memang dibalut kain yang bukan berfungsi untuk menutup tubuh, tapi justru memberi kesan sensual. Continue reading

teka-teki tubuh bhara

Posted in nuit d'écriture on October 31, 2010 by quicchote

Kami adalah buku. Penyair prapanca boleh sebut kami biara orang-orang Wajardha. Orang-orang Mataram boleh sebut tempat ini sebagai sebagai tempat yang tabu, saat mas Dhana yang memberontak PakuBuwono I ditangkap di sini dan dihukum mati. Dan kami biarkan saja Kanjeng Pangeran Monconagoro dari Yogya terkesiap melihat arca seorang ksatria terkurung di sini. Tetapi kami sendiri adalah buku besar tentang hidup sudra, ksatria, wiyasa, dan brahmana yang mencari hidup nirwana. Kau perlu berjalan kaki 1 kilometer lebih untuk membaca kami. Tak ada huruf-huruf di sini. Yang ada adalah kisah-kisah yang digambar dengan pena abadi ditatah ke permukaan batu gunung. Kisah-kisah Mahakarmavibhangga, Jataka, Jatakamala, Avadana, hingga Gandavyuha dan Lalitavistara.

Kami adalah gunung. Berputar-putar mengelilingi kami dalam tarian pengetahuan tentang laut meski kau di pegunungan. Bernyanyi-nyanyi tentang perbintangan meski kau di bumi. Begitu kau membaca kami, maka dirimu dan dunia luar putus! Kau terpenjara dalam pelajaran budhi dharma akan derita hidup, samsara yang akan membawamu ke swargaloka kebijaksanaan tertinggi yang diperbolehkan semesta mengisi serabut abu-abu di bawah rambutmu. Continue reading